
Kuala Kapuas - Langkah kecil menuju kemandirian dimulai dari hal sederhana. Pada Kamis, (29/01/26), siswa inklusi mengikuti kegiatan stimulasi life skill yang dirancang khusus untuk melatih kemampuan dasar sehari-hari dengan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh dukungan.
Kegiatan stimulasi diikuti oleh siswa inklusi mulai dari kelas 1 hingga kelas 4. Dalam pelaksanaannya, siswa dilatih keterampilan sederhana seperti memakai dan melepas baju berkancing, serta membuka dan menutup botol air minum. Aktivitas tersebut bertujuan membantu meningkatkan kemampuan motorik sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan aktivitas mandiri.
Melalui kegiatan stimulasi, diharapkan siswa mampu menerapkan keterampilan yang dipelajari tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga berlanjut di rumah. Sebelumnya, beberapa siswa masih banyak dibantu oleh orang tua, sehingga pihak sekolah memberikan stimulasi dan edukasi sebagai bagian dari proses pembiasaan menuju kemandirian.
"Kegiatan stimulasi life skill menjadi bagian penting dalam melatih keterampilan dasar sekaligus membangun kebiasaan mandiri secara bertahap pada siswa inklusi. Harapannya, kemampuan yang dilatih dapat terus berkembang dan menjadi bekal dalam aktivitas sehari-hari anak, baik di sekolah maupun di rumah." ungkap Ustadzah Unung Warsriti, S.Pd.Dokumentasi Selengkapnya...





