Senin, 14 September 2020

FSOG SDIT AL AMIN KAPUAS : PENDAMPINGAN LURING HARUS DITAMBAH LAGI WAKTUNYA...

Kuala Kapuas (14/09), SDIT Al Amin Kapuas mengadakan pertemuan dalam rangka kegiatan Forum Silaturrahmi Orang Tua dan Guru (FSOG) yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Kegiatan yang biasanya dilaksanakan setiap satu bulan sekali setiap akhir pekan atau hari sabtu. Pertemuan diikuti oleh Kepala Sekolah SDIT Al Amin Kapuas, Orang Tua, dan Guru Wali Kelas dan guru pendamping. 


Kegiatan FSOG dilaksanakan dalam rangka untuk menjalin silaturahmi antara guru dan orang tua, sekaligus sharing dalam kegiatan pembelajaran baik itu melalui daring/online maupun pendampingan belajar secara luring. Dalam kegiatan FSOG yang dilaksanakan pada hari sabtu 12 September yang lalu diikuti oleh orang tua/wali murid kelas V SDIT Al Al Amin. Antusias orang tua wali murid meningkat dari pertemuan FSOG sebelumnya. Terlihat 24 peserta yang masuk dalam forum tersebut.  

Pada forum tersebut, bapak H. Haris selaku orang tua dari Mukhlas menyampaikan saran untuk kiranya jam pendampingan luring bisa diperbanyak lagi, dengan pertimbangan lebih banyak bahaya dirumah daripada di sekolah. "Kalau bisa pendampingan luring ditambah lagi untuk waktunya, mengingat lebih bahaya dirumah karena setelah anak-anak mengerjakan tugas, anak-anak menjadi tidak terkontrol lagi saat keluar rumah dan bisa menjadi lebih berbahaya." Ujar Haris yang juga berprofesi sebagai seorang guru.

Disampaikan juga terkait dengan pedampingan belajar secara luring, ada kekhawatiran orang tua terhadap anaknya dalam kegiatan pendampingan belajar secara luring tersebut. Dalam mengatasi kekhawatiran tersebut, sekolah memberikan beberapa simulasi dalam kegiatan pendampingan belajar secara luring. Dengan menerapkan protokol kesehatan mulai dari mulai datang ke sekolah hingga pulang dari sekolah. Ketegasan guru dalam penerapan protokol kesehatan juga dilakukan pada saat terdapat anak yang hanya menggunakan masker. Maka dengan tegas guru yang bertugas dalam penyambutan anak, mempersilakan untuk bisa mengambil face shieldnya kembali.

Kepala sekolah juga menjelaskan bahwa pendampingan belajar luring di sekolah tidak mewajibkan untuk peserta didik untuk mengikuti pendampingan belajar tersebut, melainkan hanya sebagai fasilitator saja bagi orang tua yang memang mengijinkan anaknya untuk mengikuti pendampingan belajar di sekolah.

Beberapa orang tua juga menginginkan anaknya untuk lebih fokus dalam pembelajaran Qur'an. Dan  sekolah juga sudah memberikan solusinya dengan mengadakan program tahfizh. Peserta didik diberikan waktu satu hari penuh dalam satu pekan untuk belajar Qur'an yang dilaksanakan pada setiap hari jum'at.

Orang tua/wali murid pada pertemuan tersebut juga mengucapkan banyak terimakasih kepada guru karena telah meluangkan waktu untuk melakukan pertemuan bulanan, karena dengan adanya forum ini orang tua dan juga wali murid menjadi lebih dekat dengan guru-gurunya guna meninjau perkembangan anak-anak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar